Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

Ungkapan ustadz Abdul somad tentang beberapa hadits palsu yang sering kita dengar

HADITS PALSU Ada beberapa ungkapan yang familiar di telinga kita, sebagian orang menganggapnya hadits. Tapi para ahli hadits mengkritik ungkapan tersebut bersumber dari Rasulullah Saw. Diantaranya adalah: Kenal Diri, Kenal Tuhan. “Siapa yang mengenal dirinya, maka sungguh ia telah mengenal Tuhannya”. Imam Ibnu Hajar al-Haitsami ditanya tentang hadits, “Siapa yang mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya”. Siapakah yang meriwayatkannya? Imam Ibnu Hajar al-Haitsami menjawab, “Hadits ini tidak ada asalnya (tidak ada sanadnya). Diriwayatkan dari ucapan Yahya bin Mu’adz ar-Razi ash-Shufi. Maknanya, “Siapa yang mengetahui bahwa dirinya lemah, butuh, kurang, hina dan rapuh. Maka ia telah mengenal Tuhannya dengan sifat keagungan dan keindahan serta sifat yang layak bagi keduanya (agung dan mulia). Maka ia terus merasa diperhatikan Allah Swt (muraqabatullah) hingga Allah Swt membukakan baginya pintu musyahadah, maka hamba itu pun menjadi salah sa...

Hukum islam merayakan tahun baru masehi apakah boleh.?

Hukum Merayakan Tahun baru Sejarah Tahun Baru Masehi Tidak lama lagi kita akan menyaksikan perayaan besar, perayaan yang dilangsungkan secara massif oleh masyarakat di seluruh dunia. Ya, itulah perayaan tahun baru yang secara rutin disambut dan dimeriahkan dengan berbagai acara dan kemeriahan. Perayaan tahun baru masehi memiliki sejarah panjang. Banyak di antara orang-orang yang ikut merayakan hari itu tidak mengetahui kapan pertama kali acara tersebut diadakan dan latar belakang mengapa hari itu dirayakan. Kegiatan ini merupakan pesta warisan dari masa lalu yang dahulu dirayakan oleh orang-orang Romawi. Mereka (orang-orang Romawi) mendedikasikan hari yang istimewa ini untuk seorang dewa yang bernama Janus, The God of Gates, Doors, and Beeginnings. Janus adalah seorang dewa yang memiliki dua wajah, satu wajah menatap ke depan dan satunya lagi menatap ke belakang, sebagai filosofi masa depan dan masa lalu, layaknya momen pergantian tahun. (G Capdeville “Les épithetes cultue...